Oleh Asri Supatmiati
(Penulis Buku The World of Me)

Pernah baca Confession’s of a Sophaholic? Tokoh utama cerita ini, Rebecca Bloomwood dilukiskan sebagai penulis manajemen keuangan yang sangat doyan belanja. Setiap stress, cewek yang akrab disapa Becky ini lari kee belanja. Bahkan di sela-sela pekerjaannya  sebagai reporter keuangan, dia sempatkan untuk berbelanja. Apalagi kalau lagi ada diskon. Si gila belanja ini baru menghentikan aktivitas itu setelah semua toko menolak semua kartu kreditnya karena overlimit.
Maukah seperti Becky? Tentu nggak dong! Jangan sampai kerja keras kita selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tak bersisa karena aktivitas belanja tak terkontrol. Tapi mengukur kemampuan diri jauh lebih penting kan?
Terus bagaimana? Ada tips yang bisa Anda lakukan saat hendak berbelanja:

1. Ajak teman. Jangan ragu mengajak teman atau sodara yang bisa mengerem kebiasaan buruk belanja Anda.
2. Jangan tergoda diskon. Siapa coba yang tak mau jika ada sale besar-besaran hingga 70%? Pasti mau. Tapi tetap saja ingat, beli yang anda butuhkan. Bukan karena mumpung.
3. Tinggalkan kartu kredit, bawa uang tunai. Kalau niatnya memang hanya sekadar jalan di mal untuk melepas penat, tinggalkan kartu kredit dan debit di rumah. Sebagai gantinya bawa uang tunai secukupnya, misal buat makan siang atau sekadar mampir ke kafe.
4. Jangan mudah tergiur fasilitas kartu kredit dari toko. Mungkin memang ada manfaat yang ditawarkan dengan menjadi member sebuah toko tertentu. Anda dapat diskon atau ada penawaran khusus. Tapi tetap saja Anda mesti mengalokasikan sejumlah dana bukan? Meski dibolehkan mencicil, tetap saja namanya utang yang suatu saat nanti harus dibayar!
5. Buat catatan belanja dan patuhilah. Jika mau belanja bulanan, jangan lupa bikin catatan belanja, mencakup barang apa saja yang hendak dibeli. Usahakan patuh pada catatan itu. Jika sudah semua masuk troley, segera bayar dan bergegaslah pulang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here